Jokowi Minta Pengembangan Labuan Bajo Sebagai Destinasi Wisata Super Premium

81

LABUAN BAJO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengembangan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai destinasi super premium dimulai awal tahun ini dengan tetap melibatkan seluruh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas ‘Pengembangan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo’ di Hotel Plataran Labuan Bajo, NTT, Senin (20/1).

Jokowi sebagaimana dikutip dari Antara dalam rapat terbatas tersebut mengatakan ada beberapa hal yang dia tekankan berkaitan dengan Labuhan Bajo.

“Yang pertama yang berkaitan dengan penataan kawasan, kita memang ingin segmen pasar wisatawan yang hadir di sini adalah yang pengeluarannya lebih besar dari wisatawan kebanyakan dan oleh sebab itu kita perlu sekali melakukan integrasi baik berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden pun menilai bahwa masih perlu tambahan sejumlah hotel baru di Labuan Bajo. “Kita tahu juga di sini ada beberapa hotel berbintang dengan beberapa fasilitas yang ada tapi kita melihat masih sangat diperlukan tambahan hotel untuk Labuan Bajo,” tambah Presiden Jokowi.

Presiden menyebutkan ada 5 zona yang harus ditata yakni Bukit Pramuka, Bukit Air pelabuhan peti kemas kemudian di dermaga penumpang, kawasan Marina dan kelima zona Kampung Ujung.

“Kelima zona tersebut dapat menjadi ruang publik yang tidak terputus.”Sehingga menghadirkan sebuah landscaping yang indah yang menjadi generator penggerak pembangunan kawasan pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo,” tambah Presiden.

Presiden pun memerintahkan penambahan infrastruktur di Bandara Komodo, ………………………Baca Selengkapnya Disini.

Artikel sebelumnya telah dipublikasikan di : Trenasia.co

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Read previous post:
Indonesia Kini Peringkat 40 Negara Terkuat di Dunia

Jakarta - Sebuah laporan tentang peringkat negara terkuat di dunia yang diterbitkan US News and World Report masih menempatkan Amerika,...

Close