Pemerintah Siapkan Rp384,45 Triliun untuk Program Pemulihan Nasional

92

Jakarta – Untuk menjaga pertumbuhan Ekonomi Nasional ditengah krisis akibat pandemi Covid-19, dimana  dampaknya membuat kegiatan ekonomi melambat karena konsumsi yang jauh berkurang dan banyaknya PHK. Maka, Pemerintah melalui Program Pemulihan Nasional (PEN), mulai memperhatikan sisi penawaran (supply) agar dunia usaha tetap bertahan bertahan. Alokasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp384,45 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Febrio Kacaribu, mengatakan program ini buat agar sektor usaha bisa ditolong supaya bisa bertahan dan tetap beroperasi.

“Demand side, apakah sektor usaha bisa ditolong supaya dia survive dan kalau bisa, tetap beroperasi. Harapannya supaya dampak pengangguran dari krisis ini tidak terlalu berat”. Kata Febrio, sebagaiman dikutip dari laman kemenkeu.go.id Kamis (11/06/2020).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Ada subsidi bunga, penempatan dana restru UMKM, penjaminan untuk modal kerja untuk UMKM dan perusahaan padat karya untuk yang pekerjanya 300 orang ke atas.

“Policy ini kita pastikan agar dampaknya mengurangi pengangguran, bagian dari well measured, well targeted. Selain itu, ada insentif perpajakan, dukungan terhadap Pemda, pariwisata, padat karya di Kementerian/Lembaga, cadangan perluasan untuk program sesuai kebutuhan’. Jelasnya.

Dalam program PEN tersebut, lebih rinci, Pemerintah menyiapkan subsidi bunga Rp35,28 triliun, penempatan dana untuk restrukturisasi UMKM, Padat Karya UMKM dan Padat Karya Rp82,2 triliun, penjaminan dan cadangan penjaminan Rp12 triliun, Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp15,5 triliun, dana talangan (investasi) untuk modal kerja Rp19,65 triliun, insentif perpajakan Rp123,01 triliun, dukungan Pemda Rp14,7 triliun, pariwisata Rp3,8 triliun, Program Padat Karya pada Kementerian/Lembaga (K/L) Rp18,44 triliun, pembiyaan investasi pada korporasi melalui LPDB KUMKM Rp1 triliun, dan cadangan perluasan Rp58,87 trliun. 

 

Sumber : kemenkeu.go.id

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Read previous post:
Pasar Tradisional Rawan COVID-19

Jakarta  – Merujuk data Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), hingga kini sedikitnya ada 439 pedagang di 89 pasar berbagai daerah...

Close